• header
  • header

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 PLUPUH | SALAM AMPUH !

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 PLUPUH

NPSN : 20349477

Jl.Raya Sambirejo - Plupuh - Sragen 57283


smansaplupuh@gmail.com

TLP : 08112564137


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 32453
Pengunjung : 12780
Hari ini : 9
Hits hari ini : 26
Member Online : 0
IP : 54.242.193.41
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

JUARA 2 PENCAK SILAT SE-ASIA EROPA




Adalah Ananda Cahya Salsabila. Siswa kelahiran 17 Oktober 1999 yang duduk di bangku kelas XII SMAN itu berhasil menyumbangkan medali perak atau meraih podium kedua dalam Kejuaraan Pencak Silat Terbuka tingkat SD,SMP,SMA, Mahasiswa dan Dewasa PPS Pakubumi Cp III 2017 se-Nasional Asia Eropa.


Dalam event yang terakhir pekan lalu di GOR Padjajaran Bandung itu, Nanda sukses menyabet juara II. Meski gagal meraih juara pertama, putra pasangan Tri Nurtjajo-Sri Lestari asal Dukuh Ngroto, Peleman, Gemolong, itu mengakui prestasi podium kedua itu diraihnya melalui perjuangan panjang yang tidak mudah.


“Banyak suka dukanya. Kemarin istirahatnya kurang karena sampai sana Jum’at, Sabtu langsung tanding. Saya ikut itu atas inisiatif sendiri. Dari sekolah mengizinkan dan mendukung, akhirnya berangkat sama pelatih. Nggak nyangka, malah bisa dapat juara II,” ujarnya didampingi Kepala SMAN 1 Plupuh, Sukarno di sekolah tersebut, Senin (10/10).


Nanda menuturkan prestasi Pencak Silat itu didapatnya memang karena diringa sudah berlatih sejak kecil. Ia mengakui sejak kelas 5 SD sudah hobi dan ikut bela diri Tapak Suci. Hobi itulah yang kemudian membuatnya bergabung dengan pelatih dan sering ikut kejuaraan.


Prestasi level Asia-Eropa yang diikuti atlet-atlet nasional hingga luar negeri itu, menjadi yang kedua. Sebelumnya, di kelas X, dirinya juga pernah meraih juara tingkat kabupaaten. Selepas meraih prestasi itu, Nanda yang saat ini ikut seleksi calon polisi lewat jalur Pembinaan dan Pelatihan (Binlat) Polres Sragen, berharap kemampuan bela dirinya bisa membantunya untuk memuluskan cita-citanya masuk polisi.


Kepala SMAN 1 Plupuh, Sukarno mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya itu. Sebab selama ini, di sekolah memang tidak pernah ada ekstrakurikuler khusus soal Pencak Silat. Meski demikian, pihaknya memang memberikan keleluasaan dan dukungan penuh kepada semua siswa yang memiliki bakat nonakademik apapun untuk bisa dikembangkan.


“Di sekolah kami memang memberi kesempatan dan mendukung semua anak yang punya bakat dan minat untuk dikembangkan. Untuk pernyaluran prestasi juga kami dukung tentunya menyesuaikan kemampuan sekolah. Biasanya biaya akomodasi ikut kejuaraan,” paparnya.


Untuk memotivasi, setiap siswa peraih prestasi juga diberikan reward khusus dari sekolah. Pihaknya sangat berharap dengan dukungan dan reward itu setidaknya bisa semakin banyak siswa yang menemukan potensi dan dikembangkan menjadu prestasi.


Sekolah juga selama ini menggiatkan ekstrakurikuler mulai dari pramuka, bela diri, taekwondo dan SH, PMR, seni musik, futsal, bulutangkis, basket hingga Karya Ilmiah Remaja (KIR). Banyaknya program ekstrakurikuler itu memang diprogramkan untuk menunjang slogan SMAN 1 Plupuh sebagai sekolah berbasis penelitian dan kewirausahaan yang terbukti banyak melahirkan temuan teknologi an prestasi di berbagai bidang.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas